Home / Seni Budaya / Kisah Serambi Mekkah, Asal Mula Islam di Nusantara

Kisah Serambi Mekkah, Asal Mula Islam di Nusantara

Aceh merupakan daerah paling barat Indonesia. Keindahan alam dan keunikan budaya di sana tak perlu diragukan lagi. Namun, satu hal yang membuat Aceh semakin menarik adalah julukan “Serambi Mekah” di darah dengan ibu kota Banda Aceh ini.

Ada beberapa alasan mengapa Aceh mendapat julukan ini. Aceh mendapat gelar “Serambi Mekah” pada 15 M. Aceh merupakan wilayah pertama di Indonesia yang menerima ajaran Islam. Lokasi tepatnya dimulai di kawasan Peulanggah, Peureulak dan Pasai.

Ajaran Islam dibawa oleh seorang ulama besar asal Hadramut, Yaman, bernama Sayyid Abubakar bi Husaien Bilfaqih. Di Aceh, Sayyid Abubakar mengubah rumah pribadinya menjadi dayah atau pesantren.

Rumah Sayyid Abubakar kemudian menjadi tempat untuk belajar agama Islam. Dari sini, Wali Songo seperti Maulana MaliK Ibrahim (Sunan Gresik), Sunan Ngampel, Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dan Syeikh Siti Jenar disebutkan belajar agama Islam. Mereka lalu bertolak ke Jawa untuk menyebarkan ajaran Islam hingga akhirnya berkembang ke daerah-daerah lainnya.

Lalu, rumah ini dijadikan masjid dan pusat manasik haji oleh jamaah dari berbagai daerah di nusantara dan semenanjung Malaya. Para jamaah akan singgah dulu di Peulanggah untuk belajar tata cara ibadah haji sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekkah. Konon, dari sinilah asal mula nama “Serambi Mekkah” berasal.

Ada beberapa alasan lain yang membuat Aceh layak diberikan julukan “Serambi Mekkah”. Semuanya berhubungan dengan penyebaran dan perkembangan Islam di sana. Bahkan hingga kini, Sobat Pesona pasti sudah tahu bahwa Aceh merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang menerapkan syariat dan hukum Islam. Hal ini dikarenakan ajaran Islam yang sudah mengakar sejak ratusan tahun yang lalu dan seluruh warga Aceh amat menaatinya.

Ajaran Islam di Aceh memang berkembang begitu pesat. Oleh karenanya, Aceh dijadikan sebagai kiblat untuk ilmu pengetahuan Islam, salah satunya adalah Jamiah Baiturrahman (Universitas Baiturrahman). Tak sedikit para pelajar dari daerah dan negara lain yang datang ke Aceh untuk belajar di sana.

Dengan berkembangnya Islam di Aceh, Kerajaan Aceh Darussalam pernah mendapat pengakuan dari Syarif Mekkah atas nama Khalifah Islam di Turki. Beliau menyebut Aceh adalah “pelindung” kerajaan-kerajaan Islam lainnya yang ada di Indonesia. Dengan alasan itu, seluruh sultan-sultan di nusantara mengakui Sultan Aceh sebagai “payung” mereka dalam menjalankan tugas kerajaan.

Selain itu, banyak persamaan antara Aceh, saat Islam berkembang dengan pesat, dengan Mekkah. Keduanya sama-sama bermazhab Syafii, berbudaya Islam dan menerapkan hukum Islam. Seluruh penduduknya juga memeluk agama Islam, baik di Mekkah dan Aceh.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *